Sekolah Burung di Boyolali

Share this Post:


Berawal dari hobi dan kecintaannya pada burung berkicau, kini menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Itulah yang dilakukan Rachmad Saleh dengan mendirikan sekolah burung Murai Batu.

“Awal mulanya memang hobi, dari kecil suka burung Murai. Terus saya tekuni, kok lama-lama bisa jadi mata penghasilan saya,” kata Rachmad Saleh, pemilik sekaligus pendiri UTJ Murai Boarding School, 

Rachmad mendirikan sekolah burung berkicau yang saat ini belum banyak dilakukan orang. Sekolah burung Murai Batu itu dia dirikan pada tahun 2018 lalu. Selain di Yogyakarta, juga berada di Boyolali, tepatnya perumahaan Graha Mulia, wilayah Mojosongo, Boyolali.

“UTJ Murai Boarding School itu berdiri saya melihat kicau mania itu nggak ada waktu. Jadi dari pagi sampai sore mereka bekerja, makanya disini ada penitipan burung. Kita olah, dari pagi jam 07.00 WIB, sudah keluar seperti ini, dimandikan, dikasih jangkrik, kasih makan,” ujarnya.

Saat ini di sekolahnya sekitar 30 ekor burung Murai. Burung akan “sekolah” di tempat ini selama enam bulan atau satu semester. Mulai berumur dua bulan hingga dewasa dan sudah berkicau. Di tempat tersebut, setiap burung akan dilatih mulai dari pola makan, mandi hingga pengisian master (kicauan).

Burung-burung tersebut tak hanya dari wilayah Boyolali, Solo dan Yogyakarta saja. Rachmad mengatakan, burung-burung juga dikirim pemiliknya dari berbagai wilayah di Indonesia. Antara lain, dari Probolinggo, Madiun, Bogor, Bandung, Bekasi, Jakarta, dan Medan.

“Biayanya satu bulan Rp 400 ribu,” jelasnya.Menurut Rachmad, ada tiga ruangan untuk merawat burung-burung berharga mahal itu. Dari kecil hingga dewasa. Yaitu ruangan untuk burung yang masih trotol, durung ekor dan masteran.

“Penempatannya beda, trotol ada tempatnya sendiri. Biar tidak mengganggu konsentrasi belajar. Durung ekor nanti juga ruangannya beda. Jadi ada tiga ruangan. ruangan kecil, sedang dan dewasa.”

Di pagi hari, burung-burung tersebut dijemur, setelah itu dimandikan. Saat mandi, burung itu juga sudah dilatih untuk mandi sendiri. Selanjutnya burung dikasih makan.

Selanjutnya, baru diberi masteran atau isi kicauan. Untuk masteran tersebut, Rachmad pun telah menyiapkan banyak burung. Ada kolibri, manggar, jalak uren, cililin, jalak kebo, pleci, dan lainnya.

 

“Jadi burung masteran nasional ada disini. Terus yang dari luar negeri pun ada. Burung cucak cungok, itu burung dari Cina saya datangkan kesini untuk mengolah lagunya dia,” jelas Rachmad.

Dikemukakan Rachmad, dari sekolah burung miliknya telah meluluskan sekitar 60 ekor burung. Saat ini dirinya sedang merawat sekitar 30 ekor, dari trotol hingga dewasa.

 

Ad-1

Related Posts: