Di tinggal 10 menit Murai Batu Hilang Dibawa Maling

Share this Post:



kicau mania asal Pluning Kecamatan Kebonarum, Klaten Jawa Tengah Telah Ilang dibawa maling, pasalnya burung Murai Batu miliknya yang tengah dipersiapkan untuk lomba pada Minggu (31/1) di Ketandan, Klaten Utara, digondol maling pada Sabtu (30/1/2021) sekitar pukul 10.00 Wib.

Aksi kedua pemuda yang terekam kamera closed circuit television (CCTV) itu terbilang nekat karena dilakukan di tengah permukiman padat penduduk.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Murai Batu yang telah hilang tersebut adalah milik Mas Catur Pluning dan juga Mas Catur  seorang peternak murai batu. Sedangkan burung yang hilang itu jenis Murai Batu Medan dengan harga kurang lebih sekitar 10 jutaan.

Kondisi burung yang hilang itu katanya kurang fit sehingga burung harus dipisah dengan yang lain. Kemudian pagi itu burung dilakukan penjemuran di rumah anggota keluarganya yang berjarak tidak jauh dari rumahnya.

Usai menjemur burung, Mas Catur kemudian pergi sekitar 10 menitan. Namun saat kembali dan melihat burung yang tadi barusan dijemurnya sudah hilang bersama sangkarnya.

Akhirnya ia pun mencari dan bertanya kepada tetangganya disekitar lokasi itu. Salah satu tetangganya bilang sempat melihat ada dua orang berboncengan sepeda motor trail ke arah barat.

Mendapat keterangan itu kemudian Mas Catur mencarinya dengan menyisir jalan ke arah barat dan kebetulan di daerah tersebut ada yang memasang kamera CCTV. Setelah meminta bantuan pemilik dan melihat apa yang ada di dalam rekaman CCTV ternyata benar. Didalam rekaman itu nampak terlihat ada dua pemuda berboncengan dengan sepeda motor trail sedang membawa burung murai batu miliknya.

Dilihat dari rekaman CCTV dua pencuri tersebut menurut keterangan bukan orang daerah tersebut. Dan kejadian itu baru pertama kali dialami oleh Mas Catur. 

Ketua RW 001 di Pluneng, Kebonarum, Sapto Nugroho, mengaku kaget setelah mendengar aksi pencurian burung murai di wilayahnya. Dalam beberapa tahun terakhir, warganya belum pernah menjadi korban pencurian.

"Di sini itu daerahnya ramai. Banyak orangnya. Tapi saat siang hari memang terlihat sepi karena sebagian besar bekerja. Dengan adanya kasus ini, kami mengimbau ke warga untuk selalu waspada dan hati-hati. Di malam hari, di sini selalu ada yang ronda juga," katanya.




Ad-1

Related Posts: